05 June 2016

FLYING COLOURS

Saya cukup lama jadi guru privat dan bimbel, sejak kuliah semester 4 sampai menikah. Di akhir2 masa kerja, saya sudah merasa tidak nyaman karena tugas terbesar guru privat dan bimbel bukan untuk mendidik, tapi untuk menyiapkan anak menghadapi ujian. Saya mau jadi guru sekolah aja, pikir saya.

Tapi pendapat seperti itu ternyata muncul karena saya kurang jam terbang sebagai guru. Karena ternyata, hadist innamal a'malu binniyat itu terbukti. Mau di bimbel atau di sekolah, jika guru menganggap bahwa hasil dari pendidikan adalah nilai ujian, ya prosesnya akan sama saja.

Tsubota-sensei di film Flying Colour justru secara sadar memilih jadi guru bimbel, karena perbandingan guru-siswa lebih kecil hingga bisa tau di mana tombol ON masing2 anak. Yang maniak sepakbola dimotivasi dengan kata2 Mourinho, yang otaku ditantang pake kuis ala gamification, yang berniat balas dendam ke ortu malah dibantuin balas dendam. Tidak ada yang tertinggal tak mendapat spotlight. Dan hal2 tersebut justru tidak bisa saya lakukan sebagai guru sekolah.

Statistik:
Peringkat ke-3 box office untuk live action movie 2015.
Dinominasikan di 3 Movie Award untuk 7 kategori, dan memenangkan 4 di antaranya.

 

No comments:

Post a Comment