18 September 2011

SEKAI NI HITOTSU DAKE NO HANA



Kadang suka bertanya-tanya, saya ini berniat sombong ga sih? Kalo posting tentang aktifitas kelas, atau perkembangan menggembirakan dari homeschoolingnya anak-anak, niatnya untuk mendokumentasikan, atau mau pamer?

Ya sudahlah..... Kita lanjut sajah....



Kemarin saya sampai ke materi bilangan. Ichi ni san shi go, satu-dua-tiga-empat-lima, begitu. Sambungannya adalah satuan bilangan. Misalnya, 'kesatu' adalah ichi-ban, 'dua jam' adalah ni-jikan, 'tiga orang' adalah san-nin. Jadi satuannya ditambahkan di belakang bilangan, persis Bahasa Indonesia.

Kalau yang berbentuk bulat kan 'butir' (jadi bilangan di+ko belakangnya), yang bentuknya tipis kan disebut 'lembar' (+mai), yang berbentuk panjang disebut 'batang' (+hon), dst.

Tapi bukan itu yang saya mau ceritakan.

Hari itu saya membawa laptop dan sound system ke kelas. Setelah belajar teori bilangan, saatnya mencarikan konteks bagi teori tersebut. Konteksnya saya coba diambil dari lagu lama SMAP, Sekai ni Hitotsu Dake no Hana. Kenapa lagu itu yang dipilih, semata-mata karena ada kata bilangan di sana.

Yang mau denger lagunya, silakan buka di sini: http://www.youtube.com/watch?v=d8uFwfvsf3Q&feature=related

Berikut teksnya:


NO.1 ni nara nakutemo ii
Moto moto tokubetsu na
Only one!

Tidak perlu untuk menjadi Nomor 1
Kamu selalu jadi yang teristimewa
Satu-satunya!

Hanaya no misesaki ni naranda
Ironna hana o miteita
Hito sorezore konomi wa aru kedo
Doremo minna kirei da ne

Di depan toko bunga
Seseorang melihat banyak bunga berjajar
Setiap orang memang memiliki bunga favorit
Tetapi semua bunga tetap indah, bukan?

Kono naka de dare ga ichiban da nante
Arasou koto mo shinai de
Baketsu no naka hokorashige ni
Chanto mune o hatteiru

Persaingan untuk melihat mana yang terbaik
Bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan
Menunjukkan diri di dalam keranjang
Bunga-bunga itu berdiri tegak dengan bangga

Sore na noni bokura ningen wa
Doushite kou mo kurabeta garu?
Hitori hitori chigau noni sono naka de
Ichiban ni naritagaru?

Jadi kenapa kemudian kita manusia
Harus membandingkan diri satu sama lain?
Masing-masing orang tentu berbeda,
Mengapa harus selalu jadi yang nomor satu?

Sousa bokura wa
Sekai ni hitotsu dake no hana
Hitori hitori chigau tane o motsu
Sono hana o sakaseru koto dake ni
Isshou kenmei ni nareba ii

Ya, karena kita semua
Bunga yang hanya satu-satunya di dunia
Setiap kita membawa benih yang berbeda
Untuk membuat bunga itu mekar
Kita harus berupaya yang terbaik

Komatta youni warai nagara
Zutto mayotteru hito ga iru
Ganbatte saita hana wa dore mo
Kirei dakara shikata nai ne

Ada orang yang selalu resah,
Meski tertawa tetap kelihatan susah.
Padahal bunga manapun yang berjuang untuk mekar
Pasti terlihat indah, bukan?

Yatto mise kara dete kita
Sono hito ga kakaete ita
Iro toridori no hanataba to
Ureshii souna yokogao

Ketika akhirnya orang itu keluar dari toko,
Ia menggenggam di tangannya
Bunga-bunga yang berwarna-warni
Bunga-bunga yang terlihat amat bahagia

Namae mo shira nakatta keredo
Ano hi boku ni egao o kureta
Dare mo kizukanai youna basho de
Saiteta hana no youni

Aku tidak pernah tahu nama orang itu
Tetapi hari itu ia memberiku senyuman
Seolah di suatu tempat yang orang lain tak tahu
Ada setangkai bunga tengah mekar

Sousa bokura wa
Sekai ni hitotsu dake no hana
Hitori hitori chigau tane o motsu
Sono hana o sakaseru koto dake ni
Isshou kenmei ni nareba ii

Ya, karena kita semua
Bunga yang hanya satu-satunya di dunia
Setiap kita membawa benih yang berbeda
Untuk membuat bunga itu mekar
Kita harus berupaya yang terbaik

Chiisai hana ya ooki na hana
Hitotsu toshite onaji mono wa nai kara
NO.1 ni nara nakutemo ii
Moto moto tokubetsu na
Only one

Ada bunga yang kecil, ada bunga yang besar
Tidak ada yang sama dengan satu sama lain
Tidak perlu jadi Nomor 1
Kamu selalu jadi yang teristimewa
Satu-satunya.

(Mohon maaf pada senseitachi jika ada kesalahan arti. Ini asli saya ambil dari internet, hehehe....)

Yang kami dapatkan hari ini ternyata lebih dari sekedar konteks bagi teori bilangan dan satuan bilangan dalam Bahasa Jepang. Sebelum kami menyanyikan kembali lagu di atas dan menutup pertemuan hari itu, saya bilang pada anak-anak:

"Sekarang kalian memang memakai seragam yang sama, belajar hal yang sama, mengikuti jadwal sekolah yang sama. Sekitar setengah tahun lagi, begitu kalian lulus, berpakaianlah sesuai ciri khas masing-masing, belajarlah apa yang kalian sukai, temukan jalan yang ditunjukkan hati nurani, jadilah diri sendiri untuk mekar jadi indah.
"

Nyanyi yuk, gampang kok!

No comments:

Post a Comment