20 August 2010

TES MI SEDERHANA

Pengetahuan tentang MI (multiple intelligences/kecerdasan majemuk) adalah salah satu pengetahuan terpenting bagi saya, karena teori ini menjawab satu pertanyaan penting di kepala saya: Benarkah ada anak yang dilahirkan sebagai anak bodoh?

Mungkin saja ada manusia yang diuji dengan kemiskinan atau cacat, tapi bodoh menurut saya bukan ujian, tapi kutukan. Kenapa? Karena bodoh membuat seseorang tidak bisa menghadapi hidup, tak berdaya, dan sulit memperbaiki diri. Bukankah itu artinya Allah tidak sayang pada manusia yang ditakdirkan sebagai orang bodoh?

Begitu saya membaca tentang MI, saya tak lagi bertanya tentang keadilan Allah pada manusia bodoh. Kenapa? Karena memang tidak ada manusia bodoh. Semua manusia cerdas, namun masing-masing memiliki domain kecerdasan yang berbeda, yang tidak bisa diukur semua oleh sistem sekolah.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, MI adalah teori kecerdasan hasil penelitian Howard Gardner dari Harvard University. Teori ini menyatakan bahwa setidaknya ada delapan macam kecerdasan dalam diri manusia, yang bisa disingkat dalam akronim SLIM-N-BIL. Maka sekarang ini pertanyaan, “Seberapa cerdas anda?” sudah ketinggalan zaman, karena pertanyaan yang seharusnya adalah, “Anda cerdas yang bagaimana?”

S = Spasial - Visual (berpikir dalam gambar)

Menggambar, membuat sketsa, corat-coret, visualisasi, citra, grafik. Tabel, desain, seni

rupa, video, film, ilustrasi


L = Linguistik - Verbal (berpikir dalam kata-kata)

Kata-kata, bicara, menulis, bercerita, mendengarkan, buku, dialog, diskusi, puisi, lirik lagu, ejaan, bahasa asing, pidato, esai, makalah


I = Interpersonal (berpikir lewat berkomunikasi)

Memimpin, mengorganisasi, interaksi, berbagi, bicara, sosialisasi, manipulasi, permainan kelompok, lobi, kerja sama, klub, berteman


M = Musikal – Ritmik (berpikir dalam irama)

Bernyanyi, mengetuk-ngetuk, irama, melodi, kecepatam, warna nada, alat musik, rima

N = Naturalis (berpikir dalam acuan alam)

Berjalan-jalan, alam terbuka, interaksi dengan hewan, pengkategorian, melihat bintang, cuaca, simulasi, penemuan

B = Badan – Kinestetik (berpikir lewat gerak fisik)

Menari, berlari, menyentuh, melompat, mencoba, simulasi, merakit, membongkar, bermain drama, games, indera peraba

I = Interpersonal (berpikir secara reflektif)

Berpikir,meditasi, diam, berefleksi, membuat tujuan, membuat diary, merenung, menilai diri, menyendiri, introspeksi, menulis

L = Logis – Matematika (berpikir dengan menalar)

Bereksperimen, bertanya, menghitung, logika deduktif induktif, klasifikasi, fakta, teka-teki

########


Berikut Tes MI yang diambil dari buku Sekolah Para Juara oleh Thomas Amstrong.

Berilah tanda cek (√) pada pernyataan yang cocok.


SPASIAL

(....) dapat melaporkan bayangan benda dengan jelas

(....) lebih mudah membaca peta, diagram dan grafik daripada tulisan

(....) suka melamun

(....) suka kegiatan seni

(....) senang melihat slide, film, atau presentasi visual lain

(....) suka mengerjakan puzzle, labirin, atau game sejenis

(....) dapat membangun konstruksi 3 dimensi yang menarik

(....) lebih mudah belajar dengan gambar daripada tulisan

(....) membuat coret-coret di buku kerja, kertas atau bahan-bahan lain

(....) pandai menggambar

LINGUISTIC


(....) menulis cerita
(....) bercerita panjang lebar atau menyambaikan lelucon dan kisah-kisah

(....) dapat mengingat nama, tempat, tanggal atau hal-hal sepele

(....) suka game permainan kata

(....) suka membaca buku

(....) mengeja kata dengan tepat

(....) menyukai pantun dan permainan kata

(….) dapat mengucapkan kata-kata yang sulit

(....) suka mendengarkan

(....) memiliki kosakata yang baik

(....) berkomunikasi dengan orang lain dengan cara berbicara


INTERPERSONAL


(....) suka bersosialisasi dengan teman sebaya

(....) berbakat menjadi pemimpin

(....) memberi saran kepada teman yang mempunyai masalah

(....) mudah bergaul

(....) menjadi anggota klub atau panitia

(....) senang mengajari anak-anak lain secara informal

(....) suka bermain dengan teman sebaya

(....) mempunyai dua atau lebih teman dekat

(....) memiliki empati yang baik atau perhatian kepada orang lain

(....) banyak disukai teman


MUSICAL


(....) tahu mana nada yang sumbang

(....) dapat mengingat melodi lagu

(....) memiliki suara yang merdu

(....) memainkan alat musik atau menyanyi

(....) memiliki cara bicara atau bergerak yang berirama

(....) bersenandung tanpa sadar

(....) mengetuk-ketuk meja saat sedang bekerja

(....) peka pada bunyi-bunyi di sekitar

(....) bersemangat ketika musik dimainkan

(....) menyanyikan lagu yang dihapal tanpa sengaja


NATURALIST


(....) suka karya wisata di alam, ke kebun binatang atau ke museum purbakala

(....) berbicara banyak tentang binatang kesayangan atau lokasi-lokasi alam favorit

(....) peka pada bentuk-bentuk alam (misalnya gunung, awan, model sepatu, atau
mobil)

(....) senang menyiram dan merawat tanaman

(....) suka bermain di sekitar kandang hewan peliharaan atau akuarium

(....) menunjukkan minat pada ekologi, alam, tanaman dan binatang

(....) suka melakukan proyek-proyek yang berhubungan dengan alam (misalnya mengamati burung, mengumpulkan serangga atau kupu-kupu, mempelajari pohon atau memelihara binatang)

(....) membawa binatang kecil atau serangga, bunga atau benda alam lain untuk ditunjukkan kepada teman

(....) dapat mengerjakan dengan baik tugas atau pekerjaan yang bersinggungan
dengan kehidupan


BODY


(....) menonjol di salah satu atau lebih cabang olahraga

(....) selalu bergerak, tidak bisa duduk diam

(....) pandai meniru gerak isyarat atau tingkah laku orang lain

(....) suka membongkar pasang barang

(....) menyentuh barang-barang yang baru ditemuinya

(....) suka berlari, melompat, atau kegiatan semacam

(....) menunjukkan kemahiran dalam keterampilan, pertukangan, jahit, bengkel dll

(....) mampu mengekspresikan diri secara dramatis

(....) suka bergerak ketika berpikir

(....) suka bekerja dengan melibatkan sentuhan tangan


INTRAPERSONAL


(....) menunjukkan sikap mandiri atau kemauan keras

(....) memahami dengan baik kekurangan dan kelebihan diri

(....) tidak mengalami masalah jika ditinggalkan bermain atau belajar sendirian

(....) memiliki gaya hidup dan gaya belajar dengan irama tersendiri

(....) memiliki minat dan hobi yang jarang dibicarakan dengan orang lain

(....) memiliki perencanaan diri yang baik

(....) lebih memilih bekerja sendiri daripada bekerja sama dengan orang lain

(....) dapat mengekspresikan perasaan

(....) mampu belajar dari kegagalan dan keberasilan yang pernah dialami

(....) menghargai diri sendiri


LOGIC


(....) banyak bertanya tentang cara kerja suatu hal

(....) suka bekerja atau bermain dengan angka

(....) suka pelajaran matematika, senang berhitung dan melakukan hal yang melibatkan angka

(....) menganggap game matematika dan komputer menarik

(....) suka permainan catur, main dam atau permainan strategi lainnya

(....) suka mengerjakan teka-teki logika atau soal-soal sulit

(....) suka membuat kategori, hirarki, atau pola logis lainnya

(....) senang melakukan eksperimen

(....) menunjukkan minat pada mata pelajaran yang berhubungan dengan sains

(....) dapat mengerjakan tes berpikir logis

17 August 2010

17 AGUSTUS TAHUN INI

Hari ini, ketika bendera merah putih dikerek naik oleh tim paskibra sekolah, saya bertanya-tanya dalam hati,

"Tidakkah para pahlawan yang kita doakan di setiap upacara bendera itu pernah berpikir, bahwa kekuatan bambu runcing dan senjata tradisional mereka pasti tak akan mampu menang melawan senjata mesin penjajah? Pemberontakan dilakukan, dan pada akhirnya para pejuang gugur tertembak, dan pemimpinnya diasingkan atau dihukum mati.

Lalu kenapa perjuangan itu tetap berlanjut, dan rakyat tetap mau merelakan hidup dan harta? Kenapa mereka tak menyerah saja?"

Sementara itu, bukan satu dua, tapi banyak guru menangis dalam hati ketika ujian nasional berlangsung. Banyak guru resah pada komersialisasi pendidikan. Banyak guru khawatir karena pendidikan di Indonesia makin jelas terkasta-kasta. Banyak guru yang tertekan, karena perubahan yang berusaha mereka lakukan justru membuat gerah banyak pihak.

Sayang guru-guru yang peduli ini tak punya daya untuk mengubah sistem yang kacau balau. Mereka juga tak punya cara untuk bicara di media massa atau diwawancarai jurnalis televisi. Mereka cuma bisa mempengaruhi siswa-siswa sendiri, berusaha memutar otak mencari jalan ketika terhalang tembok bernama biaya, tembok bernama sistem, tembok bernama pengaruh televisi dan internet, tembok bernama stagnansi pemikiran.

Lalu kenapa mereka juga tak menyerah saja?

Banyak analisis mengenai kemerdekaan yang dicapai Indonesia pada 17 Agustus 1945. Apakah diberikan oleh pemerintah Jepang, atau diperjuangkan oleh tangan kita sendiri? Apakah itu semata-mata karena kondisi politik dunia pasca berakhirnya perang dunia kedua, ataukah karena kita berhasil mengalahkan penjajah?

Saya tidak begitu paham sejarah. Tapi yang ada di kepala saya, Bahwa Soekarno bisa membacakan teks proklamasi 65 tahun yang lalu adalah karena Allah mengizinkan hal itu terjadi. Setelah perjuangan pahlawan yang lama dan kelihatan mustahil itu, Allah menakdirkan kita merdeka.

Kalau begitu, kalau begitu, mungkin para guru memang tak bisa menyerah. Mungkin kelihatannya mustahil mengubah sistem, dan pendidikan yang berkualitas dan merata di Indonesia adalah angan yang jauh. Tapi kita tidak akan menyerah, meski pendek jangkauan tangan kita, terbatas kemampuan yang kita punya.

Hingga pada akhirnya nanti, pada waktu yang telah ditentukanNya, Allah akan mengizinkan cita-cita kita untuk semua anak-anak Indonesia akan terwujud.

Amin....


Ramadhan, 17 Agustus 2010